Fungsi Sistem Imunitas pada Tubuh

Sebagian orang mungkin sudah tahu tentang sistem imun tubuh, tapi belum mengetahui secara rinci apa itu sistem imun pada tubuh. Yuk simak artikel pada kali ini.

Nah, Sistem imunitas adalah sistem perlindungan dan kekebalan tubuh terhadap pengaruh dari luar yang dilakukan oleh sel dan organ khusus. Namun, tahukan anda kalau sistem kekebalan tubuh juga bisa melemah ???! ya, sistem kekebalan melemah dikarenakan, mikroorganisme yang patogen akan mudah menyerang, sel kanker tidak terkontrol sehigga meningkatkan resiko terkena beberapa jenis kanker.

Istock.com

Seberapa penting sih, fungsi sistem imunitas pada tubuh??!

Jadi, fungsi penting pada sistem imunitas ini adalah untuk melindungi tubuh dari invasi penyakit dan menghilangkan mikroorganisme atay benda asing yang masuk kedalam tubuh, selain itu sistem imun mampu menghilangkan sel atau jaringan yang rusak dan mati, serta dapat mengenali dan melenyapkan sel yang abnormal.

Jenis sistem imunitas

Jenis sistem imunitas ini dibagi menjadi dua, yaitu sistem imunitas nonpesifik dan sistem imunitas pasifik.  Mari kita bahas satu persatu pada artikel kali ini.

*Sistem Imunitas Nonspesifik

Tubuh memiliki sistem imunitas yang berasal dari pembawaan tubuh atau yg sering disebut dengan natural. Pada jenis imunitas ini mereka mempertahankan tubuh terdepan dalam melawan organisme. Maka dari itu disebut imunitas nonspesifik karena tidak ditunjukkan terhadap mikroorganisme tertentu.

Jenis sistem imunitas yang terjadi dalam tubuh biasanya terdiri dari ;

-Pertahanan fisik-mekanik

Tindakan kekebalan yang dilakukan oleh tubuh dapat terjadi di kulit yang melindungi terhadap infeksi dari luar, selaput lendir berperan menangkap debu dan mikroorganisme yang masuk dalam tubuh,bulu getar (silia) pada saluran saluran pernafasan yang menolak debu dan kotoran derta kuman. Selain itu dapat juga berupa tindakan mekanis seperti batuk dan bersin yang akan mencegah masuknya kuman patogen ke dalam tubuh.

-Pertahanan biokimia

Berbagai zat biokimia disekresi sel guna melindungi dan mempertahankan tubuh terhadap gangguan dari luar. Zat tersebut antara lain seperti lendir dalam saluran pernafasan, asam lambung dalam cairan lambung, lactoferin dalam ASI, lisozim dalam keringat di kulit. Semua zat biokimia tersebut peran dalam melindungi tubuh sesuai dengan tempat dan perannya masing-masing.

*Sistem Imunitas Spesifik

Disebut sistem imunitas spesifik karena mempunyai kemampuan untuk mengenal benda asing. Saat sel imun bertemu benda asing yang pertama kali akan muncul sensitisasi sel terhadap benda asing tersebut. Sehingga bila sel imun berjumpa kembali dengan benda asing yang sama, maka benda asing ini akan dikenal lebih cepat, kemudian dihancurkan. Oleh karena sistem imunitas ini hanya menghancurkan benda asing yang sudah dikenal sebelumnya.

Sistem imunitas spesifik ini dibedakan menjadi 2, yaitu;

-Sistem imunitas spesifik humoral.

Pada sistem imunitas humoral yang berperan adalah limfosit B atau disebut sel B. Saat tubuh kemasukan benda asing, maka sel B akan terangsang untuk berproliferasi dan berkembang membentuk antibodi di dalam serum darah yang berfungsi sebagai pertahanan tehadap infeksi virus dan bakteri serta menetralkan toksinnya.

-Sistem imunitas spesifik seluler

Pada sistem imunitas spesifik seluler yang berperan adalah limfosit T atau disebut sel T.  Sel T mempunyai fungsi utama sebagai sel imunitas spesifik untuk pertahanan terhadap bakteri, virus, jamur dan parasit yang hidup intraseluler serta keganasan.

Jenis imunitas pada spesifik antara lain ;

*Alamiah

Pasif =  Imunitas alamiah pasif ialah pemindahan antibodi dari seseorang yang imun ke orang lain sehingga menjadi imun. Sebagai contoh melalui plasenta dan kolostrum dari ibu ke anak.

Aktif = Imunitas alamiah aktif terbentuk bila suatu mikoorgansme secara alamiah masuk kedalam tubuh dan menimbulkan pembentukan antibodi.

*Buatan

Pasif = Imunitas buatan pasif dilakukan dengan memberikan serum, antibodi atau antitoksin. Sebagai contoh pemberian serum anti tetanus dan serum gigitan ular.

Aktif = Imunitas buatan aktif dilakukan dengan memberikan vaksin yang berisi bakteri yang dilemahkan dengan harapan tubuh akan merespon berupa permbentukan antibodi terhadap bakteri tersebut. Hal ini dilakukan seperti pemberian imunisasi BCG, DPT Polio dan campak serta hepatitis.

Klasifikasi Antibodi

*IMUNO GLOBULIN G (Ig G)

IgG adalah antibodi yang paling banyak dijumpai beredar dalam tubuh seperti dalam darah, sistem getah bening, dan usus.  Cara kerja IgG adalah dengan mengikuti aliran darah, langsung menuju musuh dan menghambatnya begitu terdeteksi. IgG melindungi tubuh terhadap bakteri dan virus dan mampu menyelip di antara sel kulit serta karena ukurannya yang kecil dapat masuk ke dalam plasenta ibu hamil dan melindungi janin dari kemungkinan infeksi. Antibodi dengan karakteristik yang memungkinkan mereka untuk masuk ke dalam plasenta, sehingga janin dalam rahim akan terlindungi melawan mikroorganisme.  Dengan demikian berarti antibodi sang ibu akan melindungi embrio dari musuh sampai anak itu lahir bertahan 6-9 bulan.

*IMUNO GLOBULIN A (Ig A)

IgA berada pada bagian tubuh yang paling sering dimasuki mikroorganisme. Seperti pada daerah yang lembab sehingga antibodi ini banyak dijumpai pada air mata, air liur, ASI, darah, kantong-kantong udara, lendir, getah lambung, dan sekresi usus.

IgA berperan menetralisir toksin bakteri dan virus. IgA melindungi janin dari berbagai penyakit pada saat dalam kandungan dan beberapa minggu setelah dilahirkan, IgA dan IgG berperan dalam melindungi bayi setelah dilahirkan seperti melindungi saluran pencernaan melalui ASI sampai bayi dapat membentuk antibiodi sendiri dalam beberapa minggu setelah lahir.

*IMUNO GLOBULIN M (Ig M)

IgM adalah antibodi pertama yang dihasilkan tubuh untuk melawan musuh.  Banyak terdapat pada darah, getah bening, dan pada permukaan sel B. Saat masih berbentuk janin dalam rahim tubuh telah mampu memproduksi IgM saat umur kehamilan enam bulan. Oleh karena itu jika janin terinfeksi produksi IgM janin akan meningkat dan dapat diketahui dari kadar IgM dalam darah yang diperiksa di labortorium.

*IMUNO GLOBULIN D (Ig D)

IgD yang dalam darah, getah bening, dan pada permukaan sel B tidak mampu untuk bertindak sendiri, tetapi dengan cara menempelkan dirinya pada permukaan sel T menangkap antigen.

*IMUNO GLOBULIN E (Ig E)

IgE berperan untuk menstimulus sistem imunitas untuk bereaksi manakala tubuh kemasukan benda asing. Selain itu antibodi ini kadang juga menimbulkan reaksi alergi pada tubuh sehingga kadar IgE dalam darah tinggi pada tubuh orang yang sedang mengalami alergi.

Evaluasi

Sistem imunitas adalah sistem perlindungan dan kekebalan tubuh terhadap pengaruh dari luar yang dilakukan oleh sel dan organ khusus. sistem kekebalan dapat melemah dikarenakan, mikroorganisme yang patogen akan mudah menyerang, sel kanker tidak terkontrol sehigga meningkatkan resiko terkena beberapa jenis kanker

Nah itulah pembahasan mengenai Fungsi Sistem Imunitas pada TubuhDari penjelasan jenis-jenis sistem imun dan klasifikasi sistem imun,diharapkan pembaca dapat membedakan dan mengetahui sistem imun secara jelas dan detail, semoga bermanfaat see u next time.

Posting Komentar untuk "Fungsi Sistem Imunitas pada Tubuh"