Widget HTML #1

Komunikasi Sesuai Tingkatan Usia Bayi dan Balita

Manusia berkomunikasi sepanjang daur kehidupan dalam rahim sampai dengan menjelang kematian. Komunikasi tidak dapat dipisahkan dari setiap individu yang hidup karena komunikasi penting dalam berinteraksi. Kemampuan berkomunikasi dipengaruhi oleh kematangan setiap individu. Kematangan tersebut didukung oleh kesempurnaan indra, kesempurnaan dan kematangan otak yang mempengaruhi kemampuan abstraksi, berhitung, membaca. Kematangan psikologis mempengaruhi emosional dan atensi.

Pixabay.com

Komunikasi pada bayi biasaanya banyak menggunakan komunikasi nonverbal atau secara tidak langsung, untuk menyatakan kebutuhan. Misalnya : bayi tersenyum berarti puas ; bayi menangis berarti sakit. Namun usahakan memenuhi kebutuhan bayi secepat mungkin. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan pada saat melakukan respons komunikasi pada bayi, antara lain :

-Berbicaralah dengan suara yang lembut, sentuhan dan belainan, ciuman, mendekap, menggendong, atau dengan gerakaan seperti mengayun, memberikan kenyamanan atau kesenangan.

-Rangsang taktil (dengan sentuhan)

Rangsangan ini maknanya sangat kuat bagi bayi untuk menibgkatkan rasa aman, melindungi bayi dan kedekatan hubungan ( Bonding ).

-Respon bayi terhadap komunikasi

Biasanya respon ini ditunjukkan secara nonverbal atau secara tidak langsung seperti : tersenyum, menggerakkam badan, tangan dan kaki.

-Bayi lebih dari 6 bhulan

Bayi pada usia ini biasanya terjadi stranger anxiety atau yang biasa disebut dengan cemas pada orang asing. Istilah itu terjadi disaat berkomunikasi secara langsung ingin menggendong atau memangkunya, yang seharusnya melakukan pendekatan terlebih dahulu dengan mainan yang dipegang atau berbicara dengan ibunya.

-Berkomunikasilah dengan bermain (seperti : cilukba, mainan berbunyi) apabila bayi menerima.

Apa sih tujuan komunikasi dengan bayi???

Mungkin beberapa orang beranggapan kalau ngomong pada bayi adalah hal yang absurd. Tapi tahukah anda kalau komunikasi pada bayi ini sangat penting sekali bagi pertumbuhannya???.  Jadi tujuan dari komunikasi ini antara lain :

-Memberikan rasa aman kepada bayi

-Memenuhi kebutuhna bayi akan kasih sayang.

-Melatih bayi untuk mengembangkan kemampuan bicara, mendengar, dan menerima rangsangan.

Selain komunikasi pada bayi yang kami bahas diatas. Ada juga hal yang harus diperhatikan ketika berkomunikasis dengan balita ( usia 1-2 tahun),lho.  Hal-hal yang harus diperhatikan saat berkomunikasi kepada Balita (Usia 1-2 tahun) antara lain :

-Panggil aanak sesuai dengan yang digunakan anak tersebut bagi dirinya.

-Gunakan pesan yang pendek dan jelas, dengan suara yang lembut.

-Pelajari dan gunakan kataa-kata yang dipakai anak untuk ke kamar mandi, mandi, makan, dll.

-Perilaku protes yang dilakukan anak biasanya seperti tantrum/ mengamuk, dapay digunakan untuk mengatasi tekanan atau setres pada anak agar diberi kesempatan untuk menenangkan diri (berikan waktu).

Kesimpulan

Jadi buat para bunda, harus memprerhatikan hal-hal kecil yang ditunjukkan pada bayi ya, untuk menjaga bayi tetap tumbuh dan berkembang secara baik. Gunakan nada bicara yang lembut, sentuhan dan belaian agar anak cepat merespon rangsangan dari orang lain. Ini dulu artikel dari jejak medis tentang tips berkomunikasi tingkat usia bayi dan balita. Terimakasih telah membacaJJJJJ

Itulah pembahasan mengenai Komunikasi sesuai tingkatan usia Bayi dan Balita, semoga bermanfaat see u next time salam dari kami holisfons.com.

Posting Komentar untuk "Komunikasi Sesuai Tingkatan Usia Bayi dan Balita"